Wednesday, January 28, 2015

STEREOTIP ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI

Sebelum kita berangkat menuju STEREOTIP ETIKA DAN FILSAFAT KOMUNIKASI, kami akan membahas, apa sihSTEREOTIP ??? ETIKA KOMUNIKASI ??? dan apasih FILASAFAT KOMUNIKASI ???
Stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. 


Etika komunikasi adalah norma, nilai, atau ukuran tingkah laku baik dalam kegiatan komunikasi 
di suatu masyarakat.

Filasafat komunikasi adalah “suatu disiplin yang menelaah pemahaman scara fundamental, metodologis, sistematis, analitis kritis, dan holistis teori dari proses komunikasi yang meliputi segaa dimensi.

Jadi STEREOTIP ETIKA DAN FILASAFAT KOMUNIKASI merupakan ?

menurut Wibur Schramm adalah “suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan pada abstraksi dengan kadar yang tinggi, dan daripadanya proposisi dapat dihasilkan yang dapat diuji secara ilmiah, dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai tingkah laku”.

Menurut Stephen w little john ada 4 tema dalam penelaahan teori dan proses komunikasi :

- Tema Epistemology (about knowledge) adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia.
Little JOHN mengajukan pertanyaan : Dengan proses bagaimana timbulnya pengetahuan?

- 
Tema Ontology (about extensi) adalah cabang filsafat mengenai sifat wujud (nature of being) atau sifat fenomena yang ingin kita ketahui, dalam sosiologi berkaitan dengan sifat interaksi sosial.

- Tema Perspective (about focus) Suatu teori terdapat pada fokusnya. Perspektif berkorelasi dengan epistemology dan ontology disebabkan bagaimana teoritisi memandang pengetahuan dan bagaimana pengaruhnya terhadap perspektif teori. Teori komunikasi menyajikan perspektif khusus darimana prosesnya dapat dipandang. Suatu perspektif adalah sebuah titik pandang, suatu cara mengkonseptualisasikan sebuah bidang studi. Perspektif ini memandu seorang teoritikus dalam memilih apa yang akan dijadikan fokus dan apa yang akan ditinggalkan, bagaimana menerangkan prosesnya, dan bagaimana mengkonseptualisasikan apa yang diamati.

- 
Tema Axiology (pertanyaan mengenai nilai) Cabang Filsafat yang mengkaji nilai-nilai.

Walter Lipman (Jurnalis AS) memetaforakan stereotip sebagai ‘picture in our head’.

Pada saat terjadinya transmisi komunikasi dalam media, pada saat yang sama media mentransmisikan nilai-nilai baik/buruk dan nilai budaya.

Apa yang meyebabkan stereotip itu terjadi ? Louis Alvin Day (2006):
1. Manusia ingin secara cepat/instan untuk menyelesaikan persoalannya. Terutama masalah-masalah yang bersifat praktis. (termasuk bisnis & berita).
2. Manusia punya keterbatasan untuk memahami semua hal dalam jangka waktu yang cepat. Sehingga berita/informasi yang didapat seseorang menjadi semacam testimoni/pembuktian.
Manusia cenderung menggunakan ‘second opinion’ untuk menyampaikan sebuah kebenaran.
3. Manusia punya kepentingan, intens (niat) untuk dapat eksis dalam sebuah entitas budaya.

Edward hall & Samovar :

Ada 3 hal yang dapat menghalangi munculnya persoalan stereotip :
1. Deontologi, (Immanuel Kant) ; Agama, Filsafat, yang bertujuan mencapai kebenaran.
Sebuah cara ortodoks manusia untuk memahami kehidupan sosial kembali kepada agama (keshalehan individual).
2. Teleologis ; konsep-konsep kearifan lokal
Menekankan pada konsekuensi dari sebuah keputusan, dan cara ini tidak melihat motif penyampaian pesan. Bukan hanya semata-mata dorongan moral (deontologis) tetapi manusia dipandang sebagai pemegang otoritas moral sekalipun ia tidak beragama dan tidak mempunyai filsafat.
3. Pendekatan Golden Mean, dalam hal ini seseorang harus menilai internal dirinya sama bagusnya dengan menilai orang lain. Ada keseimbangan antara individu secara internal & individu lain secara eksternal yang sifatnya sejajar (egaliter). Sehingga tidak memunculkan etika ekslusif.
4. Media literacy, suatu konsep yang dapat memilih secara cerdas pesan-pesan komunikasi & menularkan hal-hal yang baik pada orang lain.

KESIMPULANNYA 

Ilmu ini membicarakan mengenai persepsi terhadap suatu kelompok, sesuai dengan nilai atau norma tertentu, namun tetap berpedoman pada teori-teori komunikasi . 


Daftar pustaka :

ETIKA dan FILASAFAT KOMUNIKASI Muhammad Mufid ISBN : 978-979-1486-72-9
https://shindohjourney.wordpress.com/
http://www.bibliopedant.com/


-







No comments:

Post a Comment